Arsitektur dan Desain

Modul Aplikasi yang Mengikuti Struktur Departemen Bisa Menyulitkan Perubahan Proses Bisnis

Pembagian modul aplikasi berdasarkan departemen dapat membuat aturan bisnis tersebar dan perubahan menjadi mahal. Artikel ini membahas pentingnya batas tanggung jawab, kepemilikan data, serta pemisahan fungsi bisnis dari struktur organisasi agar sistem bisnis lebih mudah dipelihara dan dikembangkan.

Modul Aplikasi yang Mengikuti Struktur Departemen Bisa Menyulitkan Perubahan Proses Bisnis

Perusahaan ingin mengubah alur persetujuan pengadaan. Pengajuan yang sebelumnya diperiksa bagian pembelian akan langsung diteruskan kepada manajer operasional untuk nominal tertentu. Dari sisi bisnis, perubahan ini terlihat sederhana.

Namun, tim IT menemukan bahwa aturan persetujuan tersimpan di beberapa bagian aplikasi. Modul pemohon, pembelian, dan keuangan masing-masing memiliki pemeriksaan sendiri. Satu perubahan kebijakan akhirnya membutuhkan revisi di banyak tempat.

Situasi ini menunjukkan bahwa desain modul aplikasi memengaruhi kemampuan sistem mengikuti perubahan bisnis. Pembagian berdasarkan departemen memang mudah dipahami, tetapi dapat menyulitkan pengembangan ketika batas tanggung jawab di dalam sistem tidak cukup jelas.

Struktur Departemen Terlihat Praktis pada Awal Proyek

Saat membangun aplikasi internal perusahaan, pembagian modul biasanya dimulai dari bagian yang akan menggunakannya. Ada modul keuangan, pembelian, gudang, penjualan, dan sumber daya manusia.

Pendekatan ini membantu pengumpulan kebutuhan. Setiap departemen dapat menjelaskan pekerjaan, laporan, dan fitur yang diperlukan. Penanggung jawab proyek juga lebih mudah ditentukan.

Pembagian tersebut dapat sesuai apabila fungsi setiap bagian cukup mandiri. Persoalan muncul ketika seluruh rancangan aplikasi mengikuti struktur organisasi tanpa memeriksa hubungan proses yang berlangsung di dalamnya.

Departemen menjelaskan siapa yang bekerja. Sementara itu, rancangan sistem juga perlu menjelaskan siapa yang memiliki aturan, data, dan keputusan tertentu. Keduanya berkaitan, tetapi tidak selalu memiliki batas yang sama.

Satu Proses Bisnis Dapat Melibatkan Banyak Bagian

Pengadaan barang merupakan contoh yang dekat dengan operasional perusahaan. Karyawan mengajukan kebutuhan, gudang memeriksa persediaan, bagian pembelian mencari pemasok, dan keuangan menyelesaikan pembayaran.

Apabila setiap tahap dibangun sebagai proses terpisah milik departemen, perusahaan dapat memiliki beberapa versi informasi tentang pengadaan yang sama. Pemohon melihat pengajuan disetujui, bagian pembelian masih menunggu pemeriksaan, sementara keuangan belum menerima dokumen yang diperlukan.

Masalahnya bukan jumlah modul. Masalahnya adalah ketidakjelasan mengenai sumber informasi dan pihak yang berwenang mengubah status.

Ketika perusahaan memindahkan tugas pemeriksaan dari satu departemen ke departemen lain, aturan pengadaan mungkin tetap sama. Sistem yang terlalu mengikat fungsi pada nama departemen justru membutuhkan perubahan besar untuk penyesuaian organisasi yang terbatas.

Aturan yang Tersebar Menambah Biaya Perubahan

Dalam aplikasi yang terus berkembang, aturan bisnis sering ditambahkan langsung pada fitur yang sedang dikerjakan. Pemeriksaan batas nominal dibuat di formulir pengajuan, kemudian ditambahkan lagi di halaman pembelian dan pembayaran.

Awalnya, cara ini terasa cepat. Setiap modul dapat diselesaikan sesuai permintaan penggunanya. Namun, aturan yang berulang menjadi beban ketika kebijakan berubah.

Developer perlu mencari seluruh tempat yang menggunakan aturan tersebut. Tim pengujian harus memeriksa apakah setiap modul memberikan hasil yang konsisten. Jika satu bagian terlewat, pengguna dapat menerima keputusan berbeda untuk transaksi yang sama.

Akibatnya, biaya perubahan tidak hanya berasal dari penulisan kode. Ada waktu untuk penelusuran, koordinasi antartim, pengujian ulang, dan koreksi setelah aplikasi digunakan.

Persoalan seperti ini juga sering kami temukan ketika mendampingi proses pengembangan, integrasi, maupun modernisasi sistem pada perusahaan. Fitur yang terlihat kecil dapat memerlukan pekerjaan panjang karena tanggung jawabnya tersebar di berbagai bagian aplikasi.

Batas Modul Perlu Memiliki Tanggung Jawab yang Jelas

Desain modul yang lebih mudah dipelihara dimulai dari pemahaman terhadap fungsi bisnis. Tim perlu mengetahui keputusan apa yang dibuat, data apa yang dikelola, dan aturan apa yang berlaku pada setiap bagian sistem.

Sebagai contoh, pengelolaan pesanan bertanggung jawab atas isi dan perkembangan pesanan. Pengelolaan pembayaran memiliki tanggung jawab berbeda terhadap tagihan dan penyelesaian pembayaran. Keduanya dapat digunakan oleh departemen yang sama tanpa harus digabung menjadi satu modul besar.

Dokumentasi arsitektur Microsoft juga menekankan pentingnya memahami kemampuan bisnis ketika menentukan batas komponen aplikasi. Prinsip ini membantu tim menghindari pembagian yang hanya mengikuti lapisan teknis atau pengelompokan administratif.

Namun, setiap proses tidak perlu menjadi modul tersendiri. Pemisahan yang berlebihan dapat menambah hubungan yang harus dikelola. Tujuannya adalah membentuk batas yang masuk akal agar aturan tidak diduplikasi dan perubahan memiliki dampak yang dapat dipahami.

Tampilan Pengguna Tetap Bisa Mengikuti Departemen

Perbaikan batas modul tidak mengharuskan perusahaan menghilangkan menu keuangan, gudang, atau pembelian. Pengguna tetap membutuhkan tampilan yang sesuai dengan pekerjaannya.

Yang perlu dibedakan adalah penyajian fitur dan pengelolaan fungsi di baliknya. Dua departemen dapat memiliki halaman berbeda untuk melihat transaksi yang sama, dengan aturan dan status yang bersumber dari pengelolaan yang konsisten.

Dengan demikian, perubahan pejabat berwenang dapat ditangani melalui pengaturan peran dan akses. Tim tidak selalu harus memindahkan fungsi atau menyalin aturan ke modul departemen baru.

Pendekatan ini membantu aplikasi menyesuaikan struktur organisasi sekaligus mempertahankan kejelasan proses bisnis.

Apa yang Perlu Dipertimbangkan Perusahaan?

Evaluasi dapat dimulai dari proses yang paling sering berubah atau membutuhkan banyak koordinasi. Perusahaan tidak perlu langsung merancang ulang seluruh sistem.

Beberapa pertanyaan berikut membantu menemukan persoalannya:

  • Apakah satu aturan bisnis tersimpan di beberapa modul?
  • Modul mana yang berwenang menentukan status akhir sebuah transaksi?
  • Apakah perubahan jabatan selalu membutuhkan perubahan kode?
  • Apakah pengguna harus memasukkan informasi yang sama berulang kali?
  • Seberapa luas pengujian yang diperlukan untuk satu perubahan kebijakan?

Jawabannya membantu tim menentukan perbaikan yang paling bermanfaat. Prioritas dapat diberikan pada pengurangan aturan berulang, kejelasan kepemilikan data, dan pemisahan pengaturan organisasi dari fungsi bisnis.

Kesimpulan

Struktur departemen dapat membantu mengatur tampilan dan akses pengguna. Namun, batas modul aplikasi perlu mempertimbangkan tanggung jawab bisnis yang dijalankan.

Ketika aturan dan data memiliki pemilik yang jelas, perusahaan lebih mudah menyesuaikan proses, mengendalikan biaya maintenance, dan mengembangkan sistem secara konsisten.

Rakit Sembada membantu perusahaan mengevaluasi arsitektur aplikasi dan mengembangkan sistem sesuai kebutuhan operasional. Hubungi Rakit Sembada melalui rakitsembada.com untuk mendiskusikan rancangan aplikasi yang lebih siap mengikuti perubahan bisnis Anda.

Siap membangun sistem yang kokoh
untuk masa depan bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim ahli kami sekarang juga.

Konsultasi Gratis
SEARCH CONTENT

Cari Artikel & Pages

Ketik keyword untuk mencari.