Serverless Layak Dipertimbangkan untuk Pekerjaan yang Tidak Berjalan Sepanjang Hari
Serverless layak dipertimbangkan untuk proses yang muncul sesekali, seperti laporan harian, pengolahan dokumen, dan notifikasi. Artikel ini menjelaskan manfaat, biaya pendukung, batasan, serta pertanyaan praktis sebelum perusahaan memilihnya untuk aplikasi internal sesuai kebutuhan operasionalnya.

Setiap malam, sebuah aplikasi internal membuat laporan penjualan untuk dikirim ke manajemen. Prosesnya selesai dalam beberapa menit. Namun, perusahaan menyiapkan kapasitas komputasi yang aktif sepanjang hari untuk menjalankan pekerjaan tersebut.
Situasi serupa dapat terjadi pada pemrosesan dokumen, pengiriman notifikasi, atau pemindahan data berkala antarsistem. Ketika pekerjaan hanya muncul pada waktu tertentu, perusahaan patut meninjau apakah cara menjalankannya sudah sesuai dengan pola penggunaan. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah serverless.
Ada Pekerjaan yang Hanya Muncul Sesekali
Aplikasi perusahaan biasanya memiliki beberapa jenis pekerjaan. Ada fungsi yang terus digunakan staf selama jam kerja, seperti pencatatan transaksi. Ada pula proses yang hanya berjalan ketika mendapat pemicu: file baru diunggah, pesanan selesai, atau jadwal pembuatan laporan tiba.
Serverless memungkinkan perusahaan menjalankan bagian tertentu dari aplikasi saat pekerjaan tersebut diperlukan. Tim tidak perlu mengelola server khusus yang terus aktif hanya untuk menunggu tugas berikutnya. Meski disebut serverless, prosesnya tetap berjalan di atas infrastruktur; sebagian pekerjaan mengelola infrastruktur tersebut ditangani oleh penyedia layanan.
Contohnya, perusahaan distribusi menerima berkas pesanan dari beberapa cabang. Setiap kali berkas masuk, sistem perlu memeriksa formatnya dan mengirim hasilnya ke aplikasi pusat. Jika berkas hanya datang beberapa kali dalam sehari, kebutuhan prosesnya berbeda dari aplikasi utama yang digunakan staf secara terus-menerus.
Perbedaan pola ini penting. Pilihan teknologi sebaiknya mengikuti kapan pekerjaan muncul, berapa lama berlangsung, dan seberapa cepat hasilnya dibutuhkan.
Kapasitas Menganggur Tetap Memiliki Biaya
Ketika perusahaan menyiapkan server untuk sebuah pekerjaan, kapasitas tersebut tersedia meskipun proses sedang tidak berjalan. Dalam kondisi tertentu, biaya ini wajar karena aplikasi harus selalu siap merespons. Namun, untuk pekerjaan yang jarang muncul, perusahaan dapat membayar kapasitas yang sebagian besar waktunya menunggu.
Model serverless sering menarik karena pemakaian komputasi dapat mengikuti jumlah dan durasi pekerjaan. Tim juga dapat mengurangi sebagian tugas rutin terkait pengelolaan server, sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk memperbaiki fungsi aplikasi yang digunakan bisnis.
Meski begitu, serverless tidak berarti seluruh biaya hilang saat tidak ada proses yang berjalan. Penyimpanan data, pemantauan, layanan pendukung, dan komunikasi dengan sistem lain tetap perlu dihitung. Perusahaan juga perlu menilai apakah model biaya berdasarkan jumlah proses masih menguntungkan jika volume pekerjaan meningkat.
Persoalan seperti ini juga sering kami temukan ketika mendampingi proses pengembangan, integrasi, maupun modernisasi sistem pada perusahaan. Sebuah pekerjaan yang tampak kecil dapat memiliki pola penggunaan dan ketergantungan yang berbeda dari aplikasi utamanya.
Cocok untuk Satu Proses, Belum Tentu untuk Seluruh Aplikasi
Keputusan menggunakan serverless tidak harus berlaku untuk seluruh sistem. Perusahaan dapat mempertahankan aplikasi utama yang sudah berjalan, lalu menggunakan pendekatan berbeda untuk pekerjaan tertentu.
Misalnya, aplikasi keuangan internal tetap melayani pengguna sepanjang jam kerja. Sementara itu, proses membuat ringkasan transaksi pada akhir hari dijalankan secara terpisah sesuai jadwal. Pemisahan seperti ini memungkinkan perusahaan menilai manfaat serverless pada kebutuhan yang jelas, tanpa perlu mengubah seluruh aplikasi sekaligus.
Pendekatan tersebut juga relevan ketika perusahaan masih mengandalkan sistem lama. Sebuah proses baru, seperti pengiriman pemberitahuan setelah data diperbarui, dapat dirancang untuk bekerja bersama sistem yang ada. Namun, hubungan antarsistem tetap perlu diperhatikan. Jika sistem lama sulit diakses atau datanya tidak konsisten, mengganti cara menjalankan proses saja tidak akan menyelesaikan persoalan integrasi.
Ada Kondisi ketika Pendekatan Lain Lebih Masuk Akal
Pekerjaan yang berjalan tanpa henti atau membutuhkan pemrosesan panjang perlu dinilai secara berbeda. Begitu pula fungsi yang harus memberikan respons sangat cepat setiap saat. Beberapa layanan serverless memiliki batas durasi pekerjaan atau memerlukan waktu tambahan ketika kembali aktif setelah tidak digunakan.
Karena itu, keputusan tidak cukup dibuat dari perbandingan harga layanan. Tim perlu memahami pekerjaan yang sebenarnya akan dijalankan. Jika volume proses stabil dan tinggi sepanjang hari, pilihan lain bisa lebih sederhana untuk dioperasikan atau lebih mudah diperkirakan biayanya.
Kebutuhan pemantauan juga tidak boleh diabaikan. Pekerjaan otomatis dapat gagal tanpa langsung terlihat oleh pengguna. Laporan yang tidak terkirim atau data cabang yang terlambat masuk mungkin baru diketahui ketika tim lain membutuhkan hasilnya. Perusahaan tetap memerlukan cara untuk mendeteksi kegagalan dan memastikan pekerjaan dapat dijalankan kembali dengan benar.
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Perusahaan?
Mulailah dengan mencatat pekerjaan yang saat ini berjalan di aplikasi: kapan dipicu, berapa kali terjadi, dan berapa lama biasanya selesai. Pisahkan pekerjaan yang sesekali muncul dari fungsi yang harus selalu tersedia.
Berikutnya, tentukan dampaknya bagi operasional. Apakah keterlambatan beberapa saat masih dapat diterima? Apa yang terjadi jika pekerjaan gagal? Apakah proses tersebut mengubah data di sistem lain? Jawaban atas pertanyaan ini lebih berguna daripada langsung memilih layanan berdasarkan popularitasnya.
Terakhir, bandingkan biaya secara menyeluruh. Sertakan biaya menjalankan proses, layanan pendukung, pemantauan, serta waktu tim untuk mengembangkan dan merawatnya. Lakukan perkiraan untuk kondisi saat ini dan saat jumlah pekerjaan meningkat. Dengan begitu, perusahaan dapat melihat apakah pilihan tersebut tetap masuk akal ketika kebutuhan bisnis berubah.
Kesimpulan
Serverless layak dipertimbangkan untuk pekerjaan yang muncul pada waktu tertentu, terutama ketika perusahaan ingin menyesuaikan penggunaan kapasitas dengan aktivitas nyata. Namun, manfaatnya bergantung pada pola kerja, kebutuhan respons, hubungan antarsistem, dan biaya pengelolaan secara keseluruhan.
Rakit Sembada membantu perusahaan menilai kebutuhan tersebut saat merancang aplikasi, integrasi, maupun modernisasi sistem. Untuk mendiskusikan pendekatan yang sesuai dengan proses bisnis Anda, hubungi Rakit Sembada.
Siap membangun sistem yang kokoh
untuk masa depan bisnis Anda?
Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim ahli kami sekarang juga.